Tidak hanya sekedar keputusan yang sudah diujung tanduk, strategi perusahaan dalam melakukan divestasi saham melibatkan serangkaian langkah dan pertimbangan yang matang untuk memastikan bahwa proses tersebut memberikan manfaat maksimal bagi perusahaan.
Kalau dilihat lagi secara umum pengertian divestasi adalah proses di mana suatu perusahaan atau pemerintah menjual atau melepaskan sebagian atau seluruh kepemilikan aset dan bisnis, saham, atau unit usaha mereka. Tujuan dari divestasi bisa bermacam-macam diantaranya meningkatkan efisiensi, mengurangi utang, fokus pada bisnis inti, atau mematuhi peraturan tertentu.
Bentuk-bentuk divestasi yang dimiliki, baik itu aset fisik, saham, atau bagian dari bisnis bisa berbagai macam bentuk diantaranya sebagai berikut:
- Penjualan Aset: Menjual properti, mesin, inventaris untuk mendapatkan dana tunai.
- Penjualan Unit Bisnis: Menjual seluruh divisi atau cabang perusahaan kepada pihak lain.
- Spin-off: Memisahkan suatu unit bisnis menjadi perusahaan yang berdiri sendiri.
- Likuidasi: Menutup operasi suatu unit bisnis dan menjual asetnya secara bertahap.
- Saham: Mengurangi atau melepaskan kepemilikan saham di suatu perusahaan.
Tujuan Divestasi
Dalam hal memutuskan sesuatu tentunya perlu memahami juga beberapa tujuan dari keputusan tersebut. Divestasi secara umum memiliki beberapa tujuan yang dianggap tepat seperti fokus pada bisnis inti karena perusahaan mungkin melepaskan unit bisnis yang tidak sejalan dengan strategi utama mereka, meningkatkan efisiensi dengan menyederhanakan operasi dan struktur perusahaan, mengurangi utang dari sumber hasil penjualan aset dapat digunakan untuk melunasinya, memenuhi persyaratan hukum atau regulasi pemerintah, seperti aturan anti-monopoli, mengurangi risiko karena melepaskan aset atau bisnis yang dianggap berisiko tinggi atau tidak menguntungkan dan meningkatkan nilai pemegang saham karena menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dengan menyederhanakan bisnis.
Tahapan Proses Divestasi
Identifikasi Unit Bisnis atau Aset
Perusahaan perlu mengevaluasi kinerja unit bisnis atau aset yang akan dijual. Unit bisnis yang kurang menguntungkan atau tidak sejalan dengan strategi utama perusahaan biasanya menjadi kandidat divestasi. Setelah itu tidak lupa lakukan analisis pasar untuk menentukan nilai dan daya tarik unit bisnis atau aset tersebut bagi calon pembeli.
Penentuan Tujuan Divestasi
Tentukan tujuan dari keputusan divestasi tersebut misalkan untuk meningkatkan likuiditas seperti menjual saham atau aset untuk mendapatkan dana tunai yang dapat digunakan untuk investasi lain atau melunasi utang. Tujuan lainnya misalkan untuk fokus pada bisnis inti dengan melepaskan unit bisnis yang tidak sejalan dengan strategi utama perusahaan agar dapat fokus pada area yang lebih menguntungkan.
Persiapan untuk Divestasi
Melakukan restrukturisasi internal untuk membuat unit bisnis yang akan dijual lebih menarik bagi calon pembeli misalkan dengan meningkatkan efisiensi perusahaan. Persiapan lainnya yaitu menghitung valuasi dengan menentukan nilai wajar dari unit bisnis atau aset yang akan dijual melalui metode valuasi seperti discounted cash flow (DCF) dan comparable company analysis.
Pencarian Pembeli
Proses pencarian pembeli dalam saham dilakukan di pasar terbuka yaitu dengan menawarkan saham atau aset kepada publik melalui pasar saham. Selain itu biasanya melakukan pencarian pembeli strategis seperti perusahaan lain di industri yang sama yang mungkin melihat nilai tambah jika membeli atau akuisisi perusahaan tersebut. Dan menjual kepada investor swasta atau firma private equity yang tertarik dengan potensi pertumbuhan atau restrukturisasi.
Negosiasi dan Transaksi
Melakukan negosiasi harga dengan calon pembeli untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Menentukan struktur transaksi, apakah akan dilakukan secara tunai, saham, atau kombinasi keduanya. Dan membuka diri untuk proses due diligence oleh calon pembeli untuk memastikan transparansi dan kepercayaan.
Implementasi dan Integrasi
Proses ini melewati serangkaian tahap prosedur dalam aspek hukum dan administratif untuk menutup transaksi.
Komunikasi dengan Stakeholder
Mengkomunikasikan alasan dan manfaat divestasi kepada pemegang saham untuk menjaga kepercayaan mereka.
Evaluasi Pasca-Divestasi
Mengevaluasi dampak divestasi terhadap kinerja keuangan dan operasional perusahaan dan melaporkan hasil divestasi kepada pemegang saham dan stakeholder lainnya.
Study Case Divestasi Terbesar di Indonesia
Pada tahun 2018, Freeport McMoRan Melepas 51% Saham ke Pemerintah Indonesia sebesar $3,85 Miliar. Pemerintah Indonesia melalui Inalum (sekarang MIND ID) membeli 51% saham PT Freeport Indonesia dari Freeport McMoRan. Nilai transaksi divestasi mencapai $3,85 miliar.
Pada tahun 2023, British American Tobacco (BAT) Melepas Saham di Bentoel. BAT melakukan divestasi dengan menghapus Bentoel Internasional (RMBA) dari bursa dan menarik diri dari pasar Indonesia. Hal ini sebagai bagian dari strategi global BAT untuk efisiensi bisnis.