7 Perusahaan Global Ini Divestasi Besar - Besaran, Mana yang Paling Besar?



Divestasi adalah proses di mana suatu perusahaan atau pemerintah menjual atau melepaskan sebagian atau seluruh kepemilikan aset dan bisnis, saham, atau unit usaha mereka. Tujuan dari divestasi bisa bermacam-macam diantaranya meningkatkan efisiensi, mengurangi utang, fokus pada bisnis inti, atau mematuhi peraturan tertentu.

Bentuk-bentuk divestasi bermacam-macam baik itu aset fisik, saham, atau bagian dari bisnis diantaranya sebagai berikut:
  1. Penjualan Aset: Menjual properti, mesin, inventaris untuk mendapatkan dana tunai.
  2. Penjualan Unit Bisnis: Menjual seluruh divisi atau cabang perusahaan kepada pihak lain.
  3. Spin-off: Memisahkan suatu unit bisnis menjadi perusahaan yang berdiri sendiri.
  4. Likuidasi: Menutup operasi suatu unit bisnis dan menjual asetnya secara bertahap.
  5. Saham: Mengurangi atau melepaskan kepemilikan saham di suatu perusahaan.
Divestasi sudah terjadi di berbagai dunia termasuk pada perusahaan-perusahaan besar. Berikut adalah beberapa contoh divestasi terbesar di dunia yang melibatkan perusahaan besar dengan transaksi bernilai miliaran dolar:

General Electric (GE) - Divestasi Divisi Keuangan (2015-2019)
Nilai transaksi divestasi yang dilakukan oleh General Electric mencapai lebih dari $200 miliar. GE melakukan divestasi besar-besaran terhadap unit bisnis keuangannya yaitu GE Capital, sebagai bagian dari strategi untuk fokus kembali pada bisnis inti di bidang industri dan teknologi. Perusahaan menjual berbagai portofolio keuangan, termasuk aset pembiayaan pesawat, real estate, dan pinjaman konsumen. Kabarnya transaksi ini terjadi karena GE ingin mengurangi risiko keuangan dan meningkatkan stabilitas bisnis setelah krisis keuangan 2008.

BP - Divestasi Aset Pasca-Tumpahan Minyak Deepwater Horizon (2010-2013)
Setelah bencana tumpahan minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko pada 2010, BP melakukan divestasi besar-besaran terhadap berbagai asetnya, termasuk ladang minyak dan gas, untuk menutupi biaya tuntutan hukum dan kompensasi. Nilai transaksi tersebut mencapai $38 miliar. Alasan dari divestasi ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan memenuhi kewajiban finansial perusahaan.

Royal Dutch Shell - Divestasi Aset Migas (2016-2020)
Shell melakukan divestasi besar-besaran terhadap aset migasnya, termasuk ladang minyak dan gas di berbagai negara, sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi utang dan fokus pada energi terbarukan. Nilai transaksi dari divestasi tersebut mencapai lebih dari $30 miliar.

Toshiba - Divestasi Divisi Chip (2018)
Toshiba menjual divisi chip-nya Toshiba Memory Corporation (sekarang Kioxia), kepada dengan nilai transaksi sebesar $18 miliar. Konsorsium pelepasan aset tersebut dipimpin oleh Bain Capital. Divisi ini merupakan salah satu produsen memori flash terbesar di dunia. Alasan divestasi ini dilakukan untuk mengatasi kerugian besar yang dialami Toshiba akibat masalah di bisnis nuklirnya serta bertujuan untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan.

Siemens - Divestasi Divisi Kesehatan (2020)
Siemens memisahkan divisi kesehatannya, Siemens Healthineers, melalui spin-off dan penawaran saham publik dengan total nilai transaksi sebesar $16,4 miliar. Divisi ini fokus pada peralatan medis dan teknologi kesehatan.

Unilever - Divestasi Divisi Margarin (2017)
Unilever menjual divisi margarin dan produk penyebarannya (spreads) kepada KKR, sebuah firma private equity. Divisi ini mengelola merek terkenal seperti Flora dan Becel. Nilai dari transaksi tersebut mencapai $8,1 miliar. Alasan Unilever melepas merek terkenal tersebut dikarenakan ingin fokus pada bisnis inti di bidang perawatan pribadi, makanan, dan minuman, serta meningkatkan pertumbuhan profitabilitas.

Google (Alphabet) - Divestasi Motorola Mobility (2014)
Google menjual Motorola Mobility kepada Lenovo setelah sebelumnya membelinya seharga $12,5 miliar pada 2012. Divestasi ini mencakup portofolio paten dan bisnis ponsel Motorola dengan nilai divestasi mencapai $2,91 miliar. Alasan Google melepas aset tersebut karena ingin fokus pada pengembangan sistem operasi Android dan mengurangi beban operasional dari bisnis hardware.

Divestasi saham atau aset skala besar sering kali dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan strategis, seperti fokus pada bisnis inti, meningkatkan likuiditas, atau memenuhi kewajiban finansial. Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan global menggunakan divestasi sebagai alat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar, regulasi, atau prioritas bisnis mereka.

****